InfoPGRI–  Pembinaan Tata Kelola Organisasi  yang diselenggarakan Sekbid Kaderisasi dan Organisasi pada tanggal 3-4 Desember 2021 di  Hotel Accram, Cipayung-Megamendung berhasil memberikan input dan penguatan mengenai tata kelola organisasi profesi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sesuai standar.

Kegiatan yang dikoordinasi H.Saepul Bahri, S.Pd. ini  dihadiri oleh Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi S.Pd.,M.M. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor,  Juanda Dimansyah SE,.M.M.  Wakil Sekum PGRI Provinsi Jawa Barat, Drs. Dede Hidayat Somantri, M.M. Ketua Umum Forum Komunikasi dan Pembangunan Pertanian Indonesia (FORKAPI) Dr. David Rizar Nugroho, S.S,. M.Si. Admin SIK-SIP, dan ASIK PGRI Prov. Jawa Barat, Anggie Apiansyah Setiadi, S.Pd.

Disela-sela kegiatan, Saepul Bahri mengungkapkan tujuan dilaksanakan kegiatan ini. PGRI ingin memberikan pelatihan kepada pengurus PGRI di tingkat cabang dan ranting bagaimana mengelola organisasi PGRI di tingkat cabang dan ranting sesuai standar  berbasis administrasi teknologi. Rencana ke depan, pelatihan ini akan dikembangkan menjadi perlombaan Tata Kelola Organisasi PGRI Tingkat Cabang pada tahun 2022.

Dede Hidayat Somantri pada saat menyampaikan materi menjelaskan pentingnya pedomanan organisasi dan administrasi. Ia mengungkapkan secara detail mengenai strukturisasi forum organisasi PGRI di tingkat pengurus besar, provinsi, cabang, dan ranting. Lebih lanjut, ia menerangkan secara terperinci bagaimana prosedur persidangan pleno, komisi, maupun sidang khusus. Sebagai penguat, Dede juga menyampaikan sikap-sikap positif yang harus dimiliki para pengurus PGRI, diantaranya; antusias, berwibawa, supel, humoris, interaktif, tulus, memotivasi, dan luwes.

Sebagai penguat David Rizar Nugroho memberikan materi mengenai Literasi Digital di Era Disrupsi. Dalam penjelasannya, David menekankan kepada peserta pelatihan untuk memanfaatkan teknologi informasi menggunakan kompetensi literasi digital. Saat ini sumber-sumber informasi dari internet memberikan peluang positif dan negatif, sehingga diperlukan sikap positif dan sehat dalam berinternet. Secara gamblang, David memaparkan bahwa sumber-sumber data anggota di organisasi PGRI harus dilindungi. Dibutuhkan pengelola organisasi yang cakap dalam literasi digital agar pengelolaan administrasi anggota PGRI aman, transparan, dan berbasis digital.

Selanjutnya, Anggie Apiansyah Setiadi memaparkan tentang Sistem Informasi Keanggotaan (SIK), Sistem Informasi Pengurus (SIP), dan Aplikasi Sistem Informasi Keuangan (ASIK). Secara gamblang, Anggie menjelaskan alur atau tahapan yang harus dilakukan administrator untuk masuk dan mengelola data-data anggota  ke dalam SIK, SIP, dan ASIK.

Sebagai penutup kegiatan Amsohi mengharapkan para peserta pelatihan dapat mengaplikasikan hasil workshop di cabang dan ranting masing-masing. PGRI sebagai organiasi profesi akan terus bergerak secara konsisten mengikuti perkembangan zaman melalui digitalisasi administrasi dan informasi. Hidup guru, Hidup PGRI, Solidaritas (Yes).

 

# Liputan dan dokumentasi_Asep Sukron (Team Kominfo)

# Naskah_Tikom (Team Kominfo)

One thought on “Digitalisasi Tata Kelola Organisasi PGRI Melalui SIK, SIP, dan ASIK.”
  1. Alhamdulillah dengan adanya pembinan Tata Kelola Organinasi dalam era digitakisasi ini
    Kami penguru Cabang PGRI, banyak memperoleh ilmu yang sangat berguna untuk lebih meningkatakan dalam memberikan pelayanan kepada anggota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.