Info Bogor- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cibungbulang menggelar kegiatan silaturahim  dan pembinaan bagi pengurus cabang dan ranting se-kecamatan Cibungbulang. Perhelatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021 di gedung Juang PGRI Cibungbulang. Kegiatan ini  dihadiri oleh Suparya, S.Pd. M. M. ketua PGRI Cabang Cibungbulang,  Uuy Rahayu, S.Pd. wakil ketua, Salim, S.Pd. MM dan Didin Badrudin, S.Pd. MM selaku dewan pembina PGRI Cabang Cibungbulang,  Ayep Koswara, S.Pd ketua  Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S),  serta pengurus cabang dan ranting. Sebagai narasumber kegiatan, hadir tiga orang pengurus PGRI Kabupaten Bogor yaitu Hj. Eutik Aningsih, M.Si.  Nawawi, M.Pd. dan Cucu Salman, M.Pd.I.

Dalam sambutannya,  Suparya mengucapkan selamat datang kepada Tim PGRI Kabupaten Bogor atas kehadirannya serta permohonan maaf atas segala kekurangan dalam kegiatan ini. Tak lupa meminta dukungan dan doa kepada semua peserta dan Pengurus PGRI Kabupaten Bogor dalam mewujudkan program renovasi Gedung Juang PGRI Cibungbulang.

Pada materi pertama, Eutik Aningsih memaparkan tentang  kebijakan-kebijakan organisasi PGRI Kabupaten Bogor. Dalam penjelasannya ia mendorong kepada seluruh anggota PGRI untuk bersama-sama bersinergi memajukan organisasi PGRI menjadi orprof yang kuat dan bermartabat. Sebuah organisasi akan menjadi besar jika semua anggota dan pengurus solid dan  bekerja sama. Banyak permasalahan di PGRI Kabupaten Bogor, khususnya tentang data keanggotaan serta iuran anggota yang belum maksimal. Untuk itu dibutuhkan kesadaran penuh bagi semua anggota untuk bekerja sama, imbuhnya.

Pembicara kedua, Nawawi menyampaikan materi mengenai implementasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi PGRI, sejarah berdirinya PGRI dari masa ke masa, dan  visi dan misi  PGRI sebagai organisasi Profesi Terpercaya, Dinamis, Kuat dan Bermartabat. Dalam penjelasannya, taat AD/ART contohnya adalah  program PGRI harus disahkan melalui konferensi kerja (konker) sebagai dasar hukum yang kuat.

 

Setelah materi, dibuka sesi tanya jawa. Ahadi, menyampaikan kecemasannya mengenai keeksisan mata pelajaran muatan lokal(mulok) bahasa Sunda yang semakin menurun. Keingginanya agar PGRI dapat memberikan solusi terkait persoalan ini, Selanjutnya, Dadang dari (satuan tugas) bidang perlindungan hukum mengusulkan agar anggota  PGRI memiliki perlindungan hukum dari organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Terakhir, Rohman mempertanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang sampai saat ini terlambat cetak. Permohonannya, agar KTA segera dipercepat.

 

Menanggapi pertanyaan dari Ahadi, pengurus PGRI Kabupaten menjelaskan mekanisme penyampaian program harus dibawa dalam konferensi kerja Kabupaten dan Cabang harus mendata terlebih dahulu permasalahannya sebelum dibawa ke PGRI Kabupaten. Jawaban atas pertanyaan Dadang pengurus PGRI Kabupaten harus berkoordinasi dulu dengan sekbid  Hukum. Untuk permasalahan KTA akan disampaikan ke PGRI Kabupaten untuk meminimalisir kendala-kendala dilapangan.

 

Kegiatan pembinaan berakhir pukul 12.30, ditutup oleh Uuy Rahayu. Dalam penutupannya, ia menegaskan bahwa pembinaan ini sangat bermanfaat. Selain itu ditegaskan juga bahwa Bersatu Memantapkan Soliditas dan Solidaritas Organisasi Profesi yang Kuat dan Bermartabat Demi Mensukseskan Program Panca Karsa Kabupaten Bogor membutuhkan dukungan dari semua anggota PGRI. Untuk itu, sinergi menjadi senjata utama agar PGRI tetap solid dan maju.

 

Reportase_Rohman. PGRI Cab. Cibungbulang

Kurator_Tikom (Sekbid Kominfo)

Dokumentasi_ Rohman. PGRI Cab. Cibungbulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.