InfoPGRI_Bertempat di SDIT Busyro  Alkarim Desa Kalisuren Kecamatan Tajurhalang, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Tajurhalang menggelar acara Workshop Pendidikan Inklusi. Tema yang digagas pada kegiatan ini adalah “Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Berkemajuan di Sekolah Tajurhalang”. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari tanggal 13-15 Desember 2021.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan SD Kabupaten Bogor Nurjanah, SH.M.Si, Koordinator Pelayanan Pendidikan Tajurhalang Euis Farida, S.Pd .M.M., Ketua Cabang PGRI Tajurahalang Amsar  Zaini, S.Pd., dan Ketua K3S Tajurhalang Sanin Suardi, S.Pd., dan sebagai narasumber kegiatan adalah Euis Huzaizah, AMd,TW.S.Psi.M.Pd. seorang praktisi pendidikan dan konsultan tuna wicara di Sanggar Wicara.

Amsar Zaini  dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini  diawali dengan pemberitahuan informasi berupa  flyer melaui group Whatsapp guru se-kecamatan Tajurhalang. Selanjutnya para peserta melakukan  pendaftaran melalui link googleform pendaftaran. Sebanyak 100 peserta baik dari guru dan kepala sekolah SD negeri  maupun swasta antusias mengikuti kegiatan ini.

Pada kesempatan yang sama Euis Farida menyampaikan tujuan  workshop  diantaranya; untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai hakikat dan karakteristik pendidikan inklusif, guru dapat mengetahui upaya penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dan memberikan keterampilan kepada guru tentang model pembelajaran dan pendekatan pendidikan inklusif sesuai dengan standar. Lebih jauh, Farida berharap workshop ini dapat memberikan dampak secara langsung terhadap penangan ABK di kelas. Seperti diketahui bersama, guru kelas tidak hanya melayani anak normal tetapi juga terkadang harus sigap melayani murid yang memiliki kecendrungan ABK.

Selanjutnya Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Kabupaten Bogor Nurjanah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan workshop pendidikan inklusif bagi guru di kecamatanTajurhalang. Kegiatan ini sendiri dapat terlaksana karena kerja keras pengurus PGRI Cabang Tajurhalang. Melaui koordinasi yang baik dengan Koryandik dan K3S di Tajurhalang perhelatan ini diharapkan memberikan dampak yang signifikan terhadap wawasan guru menangani peserta didik inklusi. “Guru wajib memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik  tanpa pengecualian termasuk anak berkebutuhan khusus. Hal ini termasuk salah satu misi Bupati Bogor melaui Program Panca Karsa yaitu Bogor Cerdas (Bodas)” pungkasnya menutup sambutannya.

#Reportase_Mury, S.Pd. (PGRI Cabang Tajurhalang)

#Kurasi naskah-Tikom (Team Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.